Dunia Buddha

Konten [Tampil]
Dunia Buddha berarti perasaan jiwa yang menyadari jiwa kekal abadi. Dunia Buddha juga berarti perasaan jiwa yang menyadari “alam semesta adalah saya” dan “saya adalah alam semesta.” Orang yang berada dalam Dunia Buddha memiliki kekuatan jiwa yang tidak terbatas.

filsafat dunia buddha

Oleh karena itu, dia dapat melihat segala sesuatu dengan tepat. Karena berkeyakinan pada pandangan jiwa yang kekal abadi, maka tidak akan terpengaruh oleh perubahan waktu. Karena menyadari alam semesta adalah saya, maka tidak akan dipengaruhi oleh ruang dan berada pada suasana kebahagiaan mutlak.

Karena berpegang teguh pada pendirian diri sendiri yang tak dapat di rusak bagaikan Bejana Vajra, manusia Dunia Buddha mampu menghadapi berbagai masalah. Kesulitan seperti apapun, dapat diatasi dengan jiwa yang kuat.

Keadaan seperti ini tidak mungkin dimengerti oleh prajna manusia biasa. Pencapaian Dunia Buddha bukan diakui oleh manusia itu sendiri, melainkan pengakuan dari orang lain karena kehidupannya dipenuhi kebahagiaan yang diperoleh karena seluruh jiwa raganya memikirkan orang lain maupun negara.

Suasana jiwa demikian hanya dapat diperoleh melalui percaya terhadap Gohonzon dari Sandaihiho, serta berjuang sekuat tenaga demi penyebarluasan dharma. Dengan kata lain, inti hakikat dari tujuan hidup tidak lain hanya memunculkan Dunia Buddha.

Dunia ini adalah dunia yang paling unggul diantara Sepuluh Dunia. Dalam “Surat Kanjin no Honzon” Nichiren Daishonin membabarkan, “Namun Dunia Buddha sukar diwujudkan” (Gosyo hlm. 241). Untuk mewujudkan Dunia Buddha secara nyata, sangatlah sukar dan tak dapat dijelaskan oleh kita, orang awam yang bodoh.

Kesadaran Buddha adalah kesadaran yang melampaui segala teori dan penjelasan. Juga tidak terjangkau oleh hati dan pikiran manusia biasa. Akan tetapi kita dapat memahami jika suasana jiwa kita mendekati Dunia Buddha.


Inti Hakikat Jiwa



Dunia Buddha adalah suasana jiwa Sang Buddha yang menyadari teori inti hakikat jiwa dan alam semesta berdasarkan prajna yang terwujud dalam diri. Duia Buddha juga adalah suasana jiwa yang memperoleh kesadaran karena maitri karuna, menyumbang tenaga diri sendiri untuk umat manusia.

Pada masa akhir dharma, Buddha pokok Nichiren Daishonin adalah badan pokok Dunia Buddha. Buddha Pokok mencakup tiga kekuatan dan memiliki fungsi tiga kebajikan sebagai majikan, guru, dan ayah bunda.

Kebajikan majikan adalah fungsi kekuatan menjaga manusia. Kebajikan guru adalah fungsi kekuatan membimbing manusia. Sedangkan kebajikan orang tua adalah fungsi kekuatan menyayangi manusia.

Dunia Buddha adalah kekuatan yang besar, suci cemerlang, bebas dan sekejap-sekejap penuh kegembiraan yang tiada tara. Juga tidak dapat dirusak oleh suasana apapun dan bagaimanapun. Suasana jiwa ini adalah suasana jiwa bahagia mutlak.

Dalam surat Sokanmon dibabarkan, “Kesadaran Pokok Sang Tathagata adalah badan dari sepuluh penjuru Dunia Dharma...” (Gosyo hlm. 562).Sepuluh penjuru dunia Dharma adalah alam semesta raya. Dunia Buddha adalah suasana jiwa manusia yang menyadari bahwa, “Aku adalah alam semesta.” Suasana jiwa kesadaran Buddha ini sangat luas dan besar. Juga dalam dan jauh sehingga memenuhi segenap alam semesta.

Jika dilihat dari segi waktu, Dunia Buddha adalah suasana jiwa yang menyadari bahwa jiwa sesungguhnya adalah kekal abadi. Dalam “Surat Sokanmon” dibabarkan, “Kelahiran bukan merupakan awal dan kematian bukanlah akhir. Hal ini adalah sifat jiwa manusia yang tidak terlepas dari hidup dan mati.” (Gosyo hlm. 563). Suasana Dunia Buddha adalah menyadari bahwa jiwa tidak berawal dan berakhir.

Dalam mewujudkan suasana, kekuatan dan karunia kebajikan Buddha, terdapat “10 gelar Buddha.” Sepuluh gelar Buddha tersebut adalah :
  1. Tathagata
  2. Arahat 
  3. Samyaksambuddha 
  4. Vidyacaranasampanna 
  5. Sugata 
  6. Lokavid 
  7. Anuttara 
  8. Purusadamyasathati 
  9. Sastadevamanusyanam 
  10. Buddha Lokanathati (Bhagavan)

Oleh karena manusia percaya dan menerima Gohonzon, maka ia dapat membuka Dunia Buddha dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, dalam kehidupan sehari-hari, dapat merasakan kegembiraan dan selalu merasa berterima kasih. Juga selalu berusaha lebih maju dalam melaksanakan pertapaan jalan Buddha.

Dunia Buddha merupakan Dunia tertinggi dari Sepuluh Dunia dari Filsafat Buddha Hukum Icinen Sanzen.
wiwid kurniawan Tidak ada kata terlambat untuk belajar

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Dunia Buddha"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel