Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Prinsip Kaizen

Prinsip Kaizen adalah jawaban untuk pertanyaan, bagaimana mengatasi sifat malas? Cara apa yang harus dilakukan?

Halo kangmas mbakyu, ada yang pernah merasa berat untuk bergerak dan melakukan sesuatu, meskipun itu yang diinginkan dan ingin dicapai ?

Misalnya, mau ngerjain tugas sekolah. Sebenarnya soal yang harus dijawab tidak begitu susah, tinggal membaca ulang materi yang disampaikan dosen, selesai. Tapi untuk memulai membuka buku rasanya berat banget.
hilangkan sifat malas

Janji tinggal janji


Lalu berjanji pada diri sendiri, nanti setelah menyelesaikan nonton film akan dikerjakan. Setelah nonton, berjanji lagi, nanti setelah selesai satu babak main mobile legend akan dikerjain. Sampai akhirnya janji nanti malam aja deh, setelah makan malam.

Malamnya, janji lagi, besok pagi aja, bangun pagi-pagi baru kerjain. Kan lebih fresh dan suasana lebih tenang.

Kondisi seperti diatas namanya malas. Ketika sifat malas muncul, rasanya susah untuk dilawan. Akhirnya menunda-nunda pekerjaan yang berakibat kelimpungan sendiri ketika deadline semakin dekat.

Hasilnya pun tidak maksimal karena mengerjakannya dibawah tekanan dan dikejar-kejar waktu. Ada yang pernah mengalami?

Prinsip hidup yang harus dimiliki


Prinsip apa yang harus dimiliki dan bisa diterapkan untuk mengatasi dan melawan rasa malas. Berbicara soal malas, kita harus mencontoh masyarakat yang terkenal tidak malas. Masyarakat yang memiliki sifat disiplin, lalu siapa mereka?

Mereka adalah masyarakat negara Jepang. Orang-orang di Jepang, memiliki etos kerja tinggi dan tidak suka bermalas-malasan. Bagaimana ceritanya mereka bisa memiliki cara hidup seperti itu ?

Begini kangmas mbakyu, sejak kecil, orang jepang dilatih dengan prinsip tertentu yang harus dijalani setiap hari. Prinsip ini dijalani dengan konsisten dari waktu ke waktu. Yaitu, mengulang rutinitas kecil yang positif setiap hari.

Seperti yang kita tahu, rutinitas yang dijalani secara terus menerus oleh semua orang yang ada disitu, akan menjadi sebuah budaya. Rutinitas ini oleh mereka diberi sebutan KAIZEN.

Jika dipahami dari arti katanya, KAI berarti berubah dan ZEN berarti kebijaksanaan. Jika diartikan secara keseluruhan, Kaizen memiliki arti perubahan dalam hidup bisa dicapai secara perlahan dan dengan penuh kebijaksanaan.

Secara prinsip, untuk merubah cara hidup (cara hidup bermalas-malasan) dibutuhkan waktu dan konsistensi sehingga menjadi sebuah cara hidup baru dan akan menjadi sebuah budaya.    

Konsisten dan Fokus


Gimana cara melatihnya ? mulailah melakukan satu kegiatan yanng disuka selama waktu tertentu dan jalani secara konsisten setiap hari. Misal, setiap hari bikin jadwal bermain gitar selama 1 menit di jam 14.00.

Harus ditulis detail kapan mau menjalaninya ya kangmas mbakyu, dalam contoh diatas jam 14.00. jalani setiap hari di jam yang sama. Setiap hari, setiap jam 14.00 harus bermain gitar selama 1 menit. Lakukan kegiatan itu sampai merasa terbiasa dan tidak merasa terbebani.

Bisa sebulan, dua bulan atau tiga bulan. Setelah berhasil, tingkatkan lagi menjadi 5 menit per hari, 10 menit per hari, 15 menit, 20 menit sampai 1 jam sehari. Sebenarnya bisa juga dimulai dengan waktu 5 menit.

Tapi saya sarankan lakukan selama 1 menit supaya lebih maksimal hasilnya, sesuai prinsip Kaizen. Setiap hari bikin 1 – 2 target yang mau dicapai dan jalani secara konsisten.

Harus digaris bawahi, ketika menjalani latihan tersebut, harus benar-benar fokus. Jangan ada gangguan lain yang mengganggu latihanmu. Misalnya belum dapat 1 menit tiba-tiba emak minta tolong dibelikan cabe di toko sebelah.

Ga boleh seperti itu, harus fokus dan tidak ada tekanan dari luar diri kita.

Maksimalkan kemampuan diri


Kerahkan kemampuan tertinggimu ketika melakukannya, jangan ada yang disimpan. Ketika waktu 1 menit habis, kamu harus berhenti, meskipun mood sedang dalam kondisi bagus.

Berhenti ketika waktu yang ditentukan sudah habis sangat penting maknanya. Kamu akan merasa penasaran dan ingin segera lanjut lagi. Otomatis kamu akan menunggu-nunggu besok pagi segera jam 14.00.

Setelah bisa konsisten sebulan dan mood terus terjaga secara continue, naikkan durasi waktunya. Begitu seterusnya sampai batas durasi waktu tertinggi yang bisa dijalani.
Dengan menjalani latihan seperti diatas dari prinsip Kaizen, artinya kita melatih tanggung jawab. Punya perasaan tanggung jawab untuk menjalani apa yang sudah ditetapkan dan direncanakan.

Jadikan prinsip Kaizen ini sebagai kebiasaan dalam hidup. Buat dirimu ketagihan untuk terus melakukannya dan menjadi kebiasaan hidup sehari-hari. Kamu akan merasa puas karena ada progress yang bisa kamu menangkan dalam hidupmu. 

Sedikit tapi rutin


Lebih baik melakukan sedikit-sedikit tapi rutin setiap hari, dari pada langsung banyak tapi hanya satu kali. Seperti halnya ketika kita belajar sesuatu, misal soal belajar menjadi youtuber. Kamu pelajari semua seluk beluk menjadi youtuber dengan membaca buku atau menonton video panduan cara menjadi youtuber, dalam waktu singkat.

Membaca buku panduannya sekali baca langsung selesai. Meluangkan waktu seharian untuk menonton seluruh video tutorial dari A sampai Z. 

Mana yang akan memberikan hasil terbaik ? belajar sedikit-sedikit tapi konsisten setiap hari, atau langsung segambreng tapi sekali ? Seorang psikolog dari Jerman, Herman Ebbinghaus, pernah melakukan penelitian tentang “Memori dan kemampuan mengingat”.

Menurutnya, kemampuan mengingat seseorang akan menurun drastis jika hanya sekali mendapatkan informasi dan dalam jumlah banyak. Harus selalu di review atau diulang lagi informasinya.

Menerapkan prinsip Kaizen


Jadi harus di repetisi supaya lebih mengerti dan nempel terus di otak kita. Jika kita terus mengulang dan mereview informasi yang kita dapatkan, informasi itu akan dikirim ke Long Term memory di otak kita. Hasilnya, kehidupan kita pun akan meningkat dan mempunyai peluang menjadi orang sukses.

Menerapkan prinsip Kaizen ini seperti kita menabung informasi ke otak kita. Semakin sering kita menjalani prinsip ini, akan menjadi sebuah budaya hidup sehari-hari. Dengan begitu, kangmas mbakyu akan lupa dengan kata malas. Jadi, kapan kangmas mbakyu akan memulainya? 
Semoga bermanfaat, salam.     

Wiwid Kurniawan, S.Ag.
Wiwid Kurniawan, S.Ag. Belajar Filsafat sejak tahun 2008 dan aktif bertutur tentang filosofi agama Buddha di Jawa Tengah. Menyelesaikan studi S1 jurusan Kepanditaan di STABN Raden Wijaya

1 komentar untuk "Prinsip Kaizen"