Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manfaat punya hutang bagi pekerja

Hutang bisa jadi penderitaan atau awal kesuksesan. Benarkah karenanya orang bisa menderita dan tidak tenang hidupnya? Atau malah sebaliknya, tanpa hutang kita akan tetap berada di titik yang sama.

Ada manfaat yang didapat dari hutang

Anggapan masing-masing orang tentu berbeda, baik orang yang sedang berhutang maupun orang yang tidak suka berhutang. Tidak ada kebenaran mutlak soal ini, karena alasan dari masing-masing pihak bisa dimengerti dan memang masuk akal.

Jika banyak beredar statement dan pendapat bahwa hutang menyengsarakan, nyatanya banyak orang bangkrut bahkan jadi miskin, semiskin-miskinnya. Ada yang sampai tega mengakhiri hidupnya karena tidak kuat lagi menanggung beban hutangnya.

Saya punya teman, dia sangat anti berhutang. Kalau pun benar-benar kepepet, dia akan jual apa yang dipunya untuk menghindari hutang. Pengalaman masa lalu telah membuatnya merasakan pahitnya hidup karena hutang. Mau sebagai peminjam atau orang yang meminjami, rasanya sama saja. Sama-sama menderita tapi dari sisi yang berbeda.

Kalau kita berada pada posisi orang yang memberi hutang ke orang lain, ketika ingin menagih tapi mendapat respon yang tidak bagus, perasaannya akan sangat menderita. Begitu juga ketika berada pada posisi orang yang berhutang, ketika sudah jatuh tempo, tapi belum punya duit, pikiran dan perasaannya tidak akan tenang.

Benarkah hutang tidak memiliki manfaat bagi kehidupan manusia?


Mari kita kaji lebih dalam lagi. Jika hutang untuk usaha dan pengembangan bisnis kita, rasanya sah dan tidak akan membebani. Karena perputaran uang akan selalu ada dan biasanya sudah diperhitungkan dengan matang untung ruginya.

Seperti yang kita tahu, kebanyakan pengusaha pasti menggunakan sistem hutang piutang untuk menggerakkan usahanya. Tanpa  menggunakan sistem itu, kemungkinan bisnis yang dikelola akan sulit untuk berkembang.

Hutang piutang sah-sah saja, yang terpenting ada hitam di atas putih sebagai dokumen penguat jika ada permasalahan di kemudian hari. Komitmen untuk membayar biasanya diutarakan diawal mau berhutang, tapi tanpa ada perjanjian yang jelas, bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Jangan hutang untuk memenuhi kebutuhan pokok, karena tidak ada jaminan perputaran uang yang bisa digunakan untuk membayar. 
Wiwid Kurniawan, S.Ag.
Wiwid Kurniawan, S.Ag. Belajar Filsafat sejak tahun 2008 dan aktif bertutur tentang filosofi agama Buddha di Jawa Tengah. Menyelesaikan studi S1 jurusan Kepanditaan di STABN Raden Wijaya

Posting Komentar untuk "Manfaat punya hutang bagi pekerja"