Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketenangan jiwa, jaminan keluarga bahagia

Bukan hanya perhatian dan kasih sayang yang dibutuhkan untuk membuat keluarga bisa bahagia. Di jaman sekarang, ketenangan jiwa dari masing-masing anggota keluarga, menjadi kunci utamanya. Lantas, bagaimana membuat suami, istri, maupun anak-anak kita bisa menemukan ketenangan jiwa ?

ketenangan-jiwa-jaminan-keluarga-bahagia
Keluarga bahagia
Sebelum menjawab pertanyaan diatas, ada baiknya kita bahas kaitan antara ketenangan jiwa dengan keluarga bahagia terlebih dahulu. Sekilas memang tidak ada hubungan diantara keduanya, tapi coba deh lihat lebih dalam lagi, bagaimana bisa bergembira kalau perasaan hati kita tidak tenang atau selalu was-was.

Ketika jiwa kita tenang, perasaan dan ketajaman insting kita akan aktif secara maksimal. Secara otomatis, kita bisa melihat segala fenomena disekitar kita dengan jernih dan gamblang. Melihat sebab akibat juga semakin jelas. Jadi, bisa mendeteksi seluruh anggota keluarga apakah benar-benar bahagia atau tidak.  

Perhatian dan kasih sayang adalah sikap keluar dari perilaku kita ke orang yang kita sayangi. Sering kan mendengar, biarlah hati ini menangis, asal bibirku tetap tersenyum dan bisa membuatmu bahagia. Sepertinya romantis ya, apalagi bagi orang yang diperlakukan seperti itu. Tapi percayalah, semakin lama kamu simpan rapat perasaanmu, akibatnya mampu membuat keluargamu jauh dari kata bahagia.

Ketika kita memiliki ketenangan jiwa, secara otomatis perhatian, kasih sayang, cinta dan seluruh elemen yang dibutuhkan untuk membuat keluarga menjadi bahagia bisa muncul dari dalam dan luar diri kita. Itu artinya, kebahagiaan yang tidak dibuat-buat.

Banyak sekali cara berpikir yang keliru soal hal diatas. Ada juga sih, yang berpendapat untuk mencapai kebahagiaan bisa menerapkan filosofi hidup manusia yang bisa diambil dari falsafah-falsafah yang berkembang di masyarakat. Tapi, menurut saya, kuncinya harus benerin dulu ketenangan dalam jiwa.


Ketenangan jiwa dalam keluarga


Ada banyak cara untuk bisa menemukan ketenangan jiwa. Melalui meditasi, yoga, ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, dan berbagai cara lainnya. Cara apapun yang dilakukan, jalani dan latih sampai kita benar-benar menemukan ketenangan jiwa.

Tanda-tanda kita sudah menemukan ketenangan jiwa adalah ketika kita berada pada level ketenangan diantara ketakutan. Berbicara soal keluarga, mana mungkin bisa mulus tanpa ada masalah dan ketakutan-ketakutan yang dihadapi. Bahkan ada yang bilang, keluarga kok gak pernah berantem, bagai sayur tanpa garam lah..heu heu.

Jadi, kita gak akan pernah bisa menghindar dari rasa takut, karena memang gak bisa dihindari. Ketakutan akan tetap ada, tapi ditengah ketakutan itu kita bisa tetap merasa tenang, sehingga bisa menemukan segala solusi terhadap persoalan yang muncul dalam keluarga.

Takut itu sebuah kewajaran, yang gak wajar namanya paranoid. Ketika anak bergaul dengan lawan jenis, waduh, jangan-jangan nanti berbuat yang tidak-tidak. Suami pergi main sama teman-temannya, takut kebablasan punya simpanan. Ini semua paranoid namanya, takut orang lain membahayakan dirinya.

Ketenangan jiwa bisa kita peroleh ketika jiwa kita aktif bergerak untuk kebahagiaan orang lain. Jadi, ajaklah suami, istri, dan anak-anak untuk tidak selalu memikirkan kebahagiaan dirinya sendiri, memikirkan bagaimana bisa menikmati hidupnya sendiri. Tapi harus diajak untuk berani memikirkan kebahagiaan orang lain, disitu akan menemukan ketenangan jiwa. Itulah jaminan keluarga bahagia seutuhnya.

salam  
Wiwid Kurniawan, S.Ag.
Wiwid Kurniawan, S.Ag. Belajar Filsafat sejak tahun 2008 dan aktif bertutur tentang filosofi agama Buddha di Jawa Tengah. Menyelesaikan studi S1 jurusan Kepanditaan di STABN Raden Wijaya

1 komentar untuk "Ketenangan jiwa, jaminan keluarga bahagia"