Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara melatih otak berpikir kritis

Cara melatih otak berpikir kritis. Halo teman-teman sebangsa dan setanah air, kali ini saya ingin berbagi tips tentang cara melatih otak berpikir secara kritis. Tak bisa dipungkiri, semua orang yang mampu mengkritisi sebuah persoalan dari sudut pandang yang berbeda dengan orang lain, biasanya disebut sebagai orang cerdas (karena kritis dalam berpikir).

cara berpikir kritis
Image by Gerd Altmann from Pixabay
Nah, siapa yang tidak mau jadi orang cerdas ? Meskipun teman-teman yang sedang membaca artikel ini, (saya yakin) sudah cerdas dan kritis dalam berpikir, tidak ada salahnya jika kembali bernostalgia mengingat masa-masa ketika belum cerdas. Heu heu 

Berpikir kritis, bisa dilakukan dengan mudah, jika mengetahui caranya. Ada beberapa tahapan-tahapannya yang harus dilakukan untuk melatihnya. Sebelum masuk ke metode dan contoh kasus, kita ketahui terlebih dahulu pengertian dan fungsi dari otak serta kaitannya dengan pemikiran.

Pengertian otak manusia.


Otak merupakan pusat sistem saraf pada vertebrata serta beberapa invertebrata lainnya. Fungsi otak untuk mengatur serta mengkoordinir sebagian besar gerakan, perilaku, dan juga fungsi tubuh homeostatis. Contohnya seperti detak jantung, keseimbangan cairan tubuh, tekanan darah, serta suhu tubuh.

Otak manusia merupakan struktur pusat pengaturan yang mempunyai volume sekitar 1.350 cc, serta terdiri dari 100 juta sel saraf atau neuron. Otak manusia memiliki tanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan serta pemikiran manusia. oleh sebab itu, terdapat kaitan yang erat antara otak dan pemikiran.

Memiliki pengetahuan tentang otak, dapat mempengaruhi perkembangan psikologi kognitif manusia. Fungsi emosi, pengenalan, pembelajaran motorik ingatan, serta segala bentuk pembelajaran, menjadi tanggung jawab dari otak.

Dari data diatas dapat kita simpulkan bahwa secara fungsi dan perannya, kita memiliki potensi intelektual yang terdiri dari tahapan pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisa, sintesa, dan evaluasi.

Dengan potensi yang dimiliki tersebut, akan mendorong kita untuk mengembangkan suatu ide, konsep, pemikiran baru yang keluar dari dalam diri kita sendiri. Tentu sesuai dengan ciri khas masing-masing berdasarkan pengalaman dalam hidup dan pembelajaran yang telah dilalui.

Pengertian berpikir kritis


Berpikir adalah suatu kegiatan mental yang melibatkan kerja otak. Walaupun tidak bisa dipisahkan dari aktivitas kerja otak, pikiran manusia lebih dari sekedar kerja organ tubuh yang disebut otak.

Kegiatan berpikir juga melibatkan seluruh pribadi manusia dan juga melibatkan perasaan dan kehendak manusia. Memikirkan sesuatu, berarti mengarahkan diri pada objek tertentu, meyadari secara aktif, dan menghasilkan wawasan tentang objek tersebut.  

Berpikir kritis adalah konsep untuk merespon sebuah pemikiran atau teorema yang kita terima. Respon tersebut melibatkan kemampuan untuk mengevaluasi secara sistematis. Konsep ini telah dikembangkan sekitar 2.500 tahun yang lalu.

Dalam artikel Using writting to develop and assess critical thinking. Teaching of Psychology, Wade menjelaskan bahwa ada delapan karakteristik dalam berpikir kritis, yaitu :
  1. Kegiatan dalam merumuskan pertanyaan.
  2. Melakukan pembatasan masalah.
  3. Menguji data-data yang diperoleh.
  4. Menganalisis berbagai pendapat dan bias.
  5. Menghindari pertimbangan yang sangat emosional.
  6. Menghindari penyederhanaan yang berlebihan.
  7. Mempertimbangkan berbagai interpretasi.
  8. Mentoleransi ambiguitas.
Sedangkan menurut, Michael Scriven dan Richard Paul, dalam presentasinya di 8th Annual International Conference on Critical Thinking and Education Reform, menjelaskan bahwa berpikir kritis melibatkan proses yang secara aktif dan penuh kemampuan untuk membuat konsep, menerapkan, menganalisis, menyarikan, dan mengamati sebuah masalah yang diperoleh atau diciptakan dari pengamatan, pengalaman, komunikasi, dan lain sebagainya.

Ada 2 komponen yang membentuk kemampuan berpikir kritis, yaitu :
  1. Kemampuan untuk menghasilkan dan memproses informasi atau kepercayaan.
  2. Kebiasaan, dengan berdasarkan komitmen intelektual.
cara melatih otak berpikir kritis
Image by Arek Socha from Pixabay
Maaf ya teman-teman, penjelasannya panjang dan sok-sok mengutip dari sana-sini. Supaya persepsi dan pemahaman kita sama dulu tentang topik artikel yang sedang dibahas saat ini. Sekarang kita masuk pembahasan bagaimana cara melatih otak berpikir kritis, dengan metode yang simpel dan bisa di praktekkan siapapun.

Ada 3 metode yang harus dijalani agar kemampuan otak kita semakin berkembang dan punya kemampuan untuk berpikir kritis.

Metode Bertanya.


Pertanyakan apapun yang ditangkap oleh panca indera kita dengan pendekatan objektif. Manusia sering berasumsi dengan pikirannya sendiri ketika menghadapi sebuah fenomena yang terjadi disekitar. Asumsi akan membentuk opini yang bisa menjadi kebenaran oleh sebagian orang. Kalau asumsi kita salah, bisa berakibat tidak baik buat orang lain dan diri kita sendiri.

Dengan selalu mempertanyakan kebenaran suatu peristiwa maupun fenomena yang terjadi di sekeliling kita, akan melatih kita untuk berpikir secara kritis. Jangan mudah percaya terhadap berita atau sesuatu jika kita belum mengetahui kebenarannya. Tapi, jika kebenarannya sudah diketahui, bagaimana ?

Tetap pertanyakan fondasi apa yang melatar belakangi peristiwa tersebut. Segala sesuatu pasti ada rangkaian sebab dan akibatnya. Sampai diketahui sumber asal atau awal mulai terjadinya peristiwa tersebut.

Dengan menerapkan metode ini, otak kita akan terlatih untuk selalu berpikir dan menelaah apa saja yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Metode Membaca.


Membaca merupakan sarana terbaik untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita. Tentu bahan bacaan yang kita baca harus bacaan berkualitas dan dari sumber yang terpercaya. Selain menambah perbendaharaan kata, membaca juga melatih otak kita untuk terus aktif dalam mencari sumber informasi yang kita baca.

Rata-rata orang jenius, pasti suka membaca. Bahkan beberapa dari mereka memiliki perpustakaan pribadi di rumahnya.

Buku jendela ilmu, membaca jendela dunia. Latihan awal yang bisa dilakukan adalah membaca apapun yang bisa kita baca. Dalam hal ini, kita kesampingkan dulu pedoman harus membaca bacaan yang berkualitas. Mulailah membaca buku atau artikel yang teman-teman sukai.

Jika sudah terbiasa membaca, tingkatkan bahan bacaan ke level yang lebih berat. Tentu disesuaikan dengan minat teman-teman. Dalam hal ini saya tidak bisa merekomendasikan bahan bacaan lanjutan yang harus teman-teman baca.

Praktekkan kebiasaan membaca ini minimal 30 menit sehari, kemudian tingkatkan durasinya sampai kebiasaan membaca jadi suatu keharusan dalam diri teman-teman.   

Metode Presentasi Argumentasi. 


Setelah melengkapi diri dengan banyak bertanya dan membaca, metode selanjutnya adalah praktek menyampaikan argumentasi kita terhadap suatu persoalan kepada orang lain. Metode ketiga ini penting untuk dilakukan supaya kita tahu seberapa kemampuan otak kita dalam berpikir kritis.

Mulailah dengan topik bahasan yang ringan dan teman-teman kuasai. Sumbernya harus dari bacaan dan hasil dari pertanyaan yang sudah kita olah sebelumnya. Jangan mulai dengan hal-hal yang kita sendiri tidak tahu sumber dan kebenarannya. Bisa-bisa jadi debat kusir. Waton ngeyel..hehe

Kadang kita merasa sudah tahu secara mendalam terhadap suatu peristiwa atau fenomena di sekitar kita. Tapi ketika berhadapan dengan orang lain, jangan harap pengetahuan dan wawasan yang kita ketahui bisa bertahan seperti apa yang ada dipikiran kita.

Latihan seperti ini sangat bermanfaat untuk merespon input yang kita terima dari orang lain. Kuncinya, teman-teman harus terbuka dan mau menerima masukan dari orang lain jika terbukti pendapat kita kurang tepat.

Kesimpulan :

Akhirnya sampai pada ujung pembahasan cara melatih otak berpikir kritis. Saya yakin teman-teman sudah melakukan semua metode diatas dalam kehidupan sehari-hari. Bagi yang belum, bisa mulai mempraktekkan setelah membaca artikel ini. Supaya semakin banyak anak muda khususnya dan semua orang pada umumnya untuk berpikir secara kritis.

Dengan begitu, bangsa ini bisa semakin maju dan berkembang. Salam kemerdekaan.  

Sumber artikel :
  • Wikipedia.com
  • Psikologi.or.id
  • Wade, C. (1995). Using writting to develop and assess critical thinking. Teaching of Psychology, 22(1), 24-28.
  • Defining Criticcal Thinking” www.criticalthinking.org (dalam bahasa inggris). Diakses tanggal 13-08-2019.

Wiwid Kurniawan, S.Ag.
Wiwid Kurniawan, S.Ag. Belajar Filsafat sejak tahun 2008 dan aktif bertutur tentang filosofi agama Buddha di Jawa Tengah. Menyelesaikan studi S1 jurusan Kepanditaan di STABN Raden Wijaya

Posting Komentar untuk "Cara melatih otak berpikir kritis"